Register | Member login
Berita
27 Nopember 2015

Puisi Masuk Kafe, Tren Baru Dunia Sastra


Dewo PLO baca puisi dengan topeng (Foto : Trasmara)

Sleman, Melayuonline.com –  Sastra masuk kafe mulai mewabah di Yogya dan penggemarnya cukup banyak. Hal ini tidak dapat dielakkan karena tuntutan audience. Dan Studio Pertunjukan Sastra (SPS) mencoba masuk kafe dalam menggelar Bincang-Bincang Sastra (BBS) pada Minggu (29/11) Jam 19.30 di DC Milk Cafe di kawasan Nologaten. BBS bertema ‘Sastra, Kampus, dan Cafe’.

Pembicara dalam acara ini ialah Aly D. Musyrifa, Ardy Suryantoko, dan Drajat Teguh Jatmiko dan akan dimoderatori oleh M. Akid. A.H. Selain itu akan tampil membaca karya berupa puisi dan cerpen, yakni, Nurul Ilmi El-Banna dari UIN Sunan Kalijaga, Risda Nur Widia dari UST, Ardy Priyantoko dari UAD, Tubagus Nikmatullah dari UPY, M. Lutfi Dwi Kurniawan dari UGM, dan Riska S.N. dari UNY. Di penghujung acara akan ada penampilan musik puisi dari Garuda Samsara dan Dewo PLO.

Menurut Latief S Nugraha, Pelaksana BBS, kampus merupakan tempat paling representatif bagi tumbuh kembang sastra. Hal ini terutama berkaitan dengan keberadaan jurusan sastra atau jurusan pendidikan bahasa dan sastra di kampus-kampus yang ada di Yogyakarta. Namun, ternyata keberadaan sastra di kampus kurang memberikan kenyamanan yang memadai bagi pegiat dan penggemarnya.

Fenomena yang kemudian muncul ialah adanya sejumlah kelompok yang didominasi oleh mahasiswa yang menggelar acara dan obrolan sastra di kafe (sebutan kekinian bagi warung kopi). Sebut saja kelompok Ngopinyastro, Malam Selasa Sastra, di samping itu tidak sedikit acara-acara sastra insidental yang digelar di kafe-kafe di kota Yogyakarta. Sastra telah kehilangan kampung, sastra juga telah dibatasi oleh kebijakan kampus, kini sastra perlahan masuk di ruang-ruang malam bernama kafe. *(Teguh R Asmara)

 



  Bagikan informasi buku ini ke teman Anda :  


Dibaca : 646

Berita lainnya