Register | Member login
Berita
Tanpa Puisi akan Kehilangan Arus Batin 24 Agustus 2015

Tanpa Puisi akan Kehilangan Arus Batin

Yogyakarta, Melayuonline. Com – Penyair Sitok Srengenge tiba-tiba menghentikan membaca puisi ‘Pledoi Cinta Rahwana’ tanpa membaca teks. “Wah lupa saya dan perlu baca,’ kata Sitok sambil membuka buku. Tapi kelihatannya Sitok kesulitan membaca. “Pinjam kaca matanya,” katanya ... Selengkapnya

Berpuisi di Yogya 'Suluk Senja' Membawa Berkah 20 Agustus 2015

Berpuisi di Yogya 'Suluk Senja' Membawa Berkah

Yogyakarta, Tengkuamirhamzah.com – Musik puisi dari Kopi Basi akan meramaikan Bincang-bincang Sastra (BBS) yang digelar oleh Studio Pertunjukan Sastra (SPS), Minggu (23/8) di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Disamping musik puisi akan ada pembacaan puisi oleh penyair Ulfatin CH, Eka Anggraini, ... Selengkapnya

Opini
Ku Busu yang Bukan Peragu 05 Desember 2013

Ku Busu yang Bukan Peragu

4 Maret 1946, seruan-seruan itu terdengar riuh di Istana Binjai. Kala itu, sekelompok pemuda menyeruak masuk ke halaman istana. Mereka menuntut agar bendera kerajaan yang bersanding dengan bendera merah putih, diturunkan. Lagu “Darah Rakyat” berkumandang. Suara para pemuda itu membahana. Senja koyak. Selengkapnya

Refleksi Jejak Tengku Amir Hamzah 05 Desember 2013

Refleksi Jejak Tengku Amir Hamzah

“....bagi saya ialah, bahwa Amir dalam Nyanyi Sunyi dengan murninya menerakan sajak-sajak yang selain oleh ‘kemerdekaan penyair’ memberi gaya baru pada bahasa Indonesia, kalimat-kalimat yang pedat dalam seruannya, tajam dalam kependekannya. Sehingga susunan kata-kata Amir bisa dikatakan destruktif ... Selengkapnya

Artikel
Amir Hamzah - 'Raja' Penyair Melayu 05 Desember 2013

Amir Hamzah - 'Raja' Penyair Melayu

Nama Amir Hamzah cukup terkenal sebagai nama seorang penyair yang besar dalam sastra Indonesia abad kedua puluh tetapi penyair ini yang berasal keturunan bangsawan dan julukannya sebagai ‘raja’ penyair Pujangga Baru yang diberikan kepada Amir Hamzah oleh H. B. Jassin (1986) ternyata mengakibatkan bahwa ... Selengkapnya

Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial 05 Desember 2013

Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial

Hikayat Teungku di Meukek adalah sebuah teks sastra Aceh yang menukilkan berbagai peristiwa sejarah dan penuh pesan sosial dan politik. Tulisan ini menjelaskan tentang pengaruh kolonial dalam hikayat tersebut. Naskah kuno yang di dalamnya banyak mengandung berbagai nilai budaya, baik tentang kepercayaan, ... Selengkapnya