Register | Member login
Berita
50 Sastrawan Hadiri Pertemuan Sastrawan Nusantara Melayu 01 Nopember 2014

50 Sastrawan Hadiri Pertemuan Sastrawan Nusantara Melayu

Padang, Sumbar - Sedikitnya 50 orang sastrawan dari sejumlah daerah di Indonesia dan utusan luar negeri, bertemu dalam Temu Sastrawan Nusantara Melayu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Selengkapnya

Penyair 11 Kota Meriahkan Festival Bengawan Bojonegoro 10 Oktober 2014

Penyair 11 Kota Meriahkan Festival Bengawan Bojonegoro

Bojonegoro, Jatim - Penyair 11 kota di Pulau Jawa akan ikut memeriahkan pembacaan puisi di acara Festival Bengawan Bojonegoro di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 16 Oktober, dalam rangka memeriahkan HUT kabupaten setempat ke-337. Selengkapnya

Opini
Ku Busu yang Bukan Peragu 05 Desember 2013

Ku Busu yang Bukan Peragu

4 Maret 1946, seruan-seruan itu terdengar riuh di Istana Binjai. Kala itu, sekelompok pemuda menyeruak masuk ke halaman istana. Mereka menuntut agar bendera kerajaan yang bersanding dengan bendera merah putih, diturunkan. Lagu “Darah Rakyat” berkumandang. Suara para pemuda itu membahana. Senja koyak. Selengkapnya

Refleksi Jejak Tengku Amir Hamzah 05 Desember 2013

Refleksi Jejak Tengku Amir Hamzah

“....bagi saya ialah, bahwa Amir dalam Nyanyi Sunyi dengan murninya menerakan sajak-sajak yang selain oleh ‘kemerdekaan penyair’ memberi gaya baru pada bahasa Indonesia, kalimat-kalimat yang pedat dalam seruannya, tajam dalam kependekannya. Sehingga susunan kata-kata Amir bisa dikatakan destruktif ... Selengkapnya

Artikel
Amir Hamzah - 'Raja' Penyair Melayu 05 Desember 2013

Amir Hamzah - 'Raja' Penyair Melayu

Nama Amir Hamzah cukup terkenal sebagai nama seorang penyair yang besar dalam sastra Indonesia abad kedua puluh tetapi penyair ini yang berasal keturunan bangsawan dan julukannya sebagai ‘raja’ penyair Pujangga Baru yang diberikan kepada Amir Hamzah oleh H. B. Jassin (1986) ternyata mengakibatkan bahwa ... Selengkapnya

Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial 05 Desember 2013

Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial

Hikayat Teungku di Meukek adalah sebuah teks sastra Aceh yang menukilkan berbagai peristiwa sejarah dan penuh pesan sosial dan politik. Tulisan ini menjelaskan tentang pengaruh kolonial dalam hikayat tersebut. Naskah kuno yang di dalamnya banyak mengandung berbagai nilai budaya, baik tentang kepercayaan, ... Selengkapnya